Jawa Timur Dilanda Kekeringan Ekstrem

Jawa Timur dilanda kekeringan ekstrem

Jawa Timur Dilanda Kekeringan Ekstrem – Kekeringan ekstrem diprediksi BMKG Kelas 1 Juanda Surabaya akan melanda beberapa daerah di Jawa Timur. Ini karena hari tanpa hujan (HTH) di beberapa daerah ini.

Data dan informasi tentang BMKG Kelas 1 Juanda Teguh Tri Susanto menyatakan bahwa beberapa daerah di Jawa Timur bahkan pernah mengalami hari hujan karena beberapa telah menyebabkan musim kemarau yang panjang.

“Memang sudah ada beberapa daerah Jawa Timur yang mengalami hari hujan dengan kategori sangat panjang. Penyebabnya sudah memasuki musim kemarau. Hampir semua daerah di Jawa Timur akan HTH kecuali di Lumajang dan Banyuwangi,” kata Teguh pesan pada Senin (24/6). 2019).

Ini memprediksi hari tanpa hujan akan terjadi dengan rentang 31-60 hari. Teguh bahkan menyebutkan bahwa beberapa daerah di Jawa Timur seperti Malang dan Sampang pernah mengalami kekeringan.

“Umumnya kriteria HTH sangat panjang 31 hingga 60 hari. Kriteria kekeringan ekstrem sebenarnya terjadi di Kabupaten Malang dan Sampang,” lanjutnya.

Teguh menambahkan bahwa sebagian besar wilayah di Jawa Timur dari awal Juni hingga akhir mengalami curah hujan minimal di kisaran 0-10 mm.

“Distribusi curah hujan pada Juni 2019 di Provinsi Jawa Timur juga sebagian besar termasuk dalam kriteria Rendah 0-10 mm, kecuali untuk sebagian kecil Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi,” katanya.

Sejumlah daerah di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai mengalami kekeringan. Demikian disampaikan Kepala Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rita Rosita.

“Fenomena ini telah mengakibatkan 100.230 warga terkena dampak kekeringan. BPBD setempat telah mengirim air bersih ke beberapa daerah untuk mengatasi kekeringan,” katanya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Rita mengatakan bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta, kekeringan terjadi di 57 desa di Kabupaten Gunung Kidul dan mengakibatkan 24.166 rumah tangga atau 85.000 orang terkena dampaknya.

Kabupaten Gunung Kidul (BPBD)

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Gunung Kidul (BPBD) telah mengirim 900 ribu liter air bersih ke wilayah Girisubo, Rongkop, Tepus dan Paliyan.

“Di Jawa Tengah, kekeringan terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Cilacap, yaitu Kewungetan dan Patimuan. Total 3.984 rumah tangga atau 14.253 orang terkena dampaknya,” katanya.

BPBD Kabupaten Cilacap masing-masing telah mengirimkan 24 tank dengan kapasitas 5.000 liter air bersih ke Desa Ujung Manik, Desa Sidamukti, Dusun Gendiwung, dan Dusun Langenkepuh.

Kekeringan di Jawa Timur terlihat di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. Sebanyak 287 keluarga atau 977 orang terkena dampak situasi yang disebabkan oleh musim kemarau.

“Kekeringan telah dilaporkan sejak Senin (17/6) sehingga BPBD info judi Kabupaten Magetan telah mengantisipasi pengiriman air bersih,” katanya.

Pusat Analisis Situasi Peringatan Bencana (Pastigana) BNPB memperkirakan bahwa awal musim kemarau pada 2019 umumnya akan terjadi pada bulan Mei, Juni dan Juli dengan persentase sekitar 83 persen. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2019 dengan persentase 53 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *